memories

Desember 12, 2011 pada 7:26 am | Ditulis dalam koplax | Tinggalkan Komentar

sekedar membuka memory kota Batam, Jumat, 16 Sept. 2011..

Sore tadi, tepatnya pukul 04.30pm., aku mengisi waktuku
bersama teman satu rumahku.
Kami mempunyai tujuan di suatu tempat bernama ruli, yah,,,tempat
dimana kebanyakan orang
mencari makan. Kami sengaja
memilih berjalan kaki dari
Blok B sambil menunggu waktu Maghrib (biar tidak kelamaan nunggu buka nantinya).
Sepanjang perjalanan kami susuri mulai dari rumah kami, Blok B3#11, kami memilih untuk melewati blok C, lurus hingga mentok sampai Blok F yang ternyata di sana tak lagi ada jalan untuk lurus karena pintunya ditutup, dan akhirnya kami berbelok menuju jalan raya.
Seperti biasa, di dekat pintu
gerbang ada pos security yang
berjaga di sana. Dengan santai
kami berjalan, dan dengan nada rendah aku berbicara dengan temanku, “Nik, apakah setiap security itu tau siapa2 yang tinggal di Blok ini ya??? Apakah dia hafal ya?.. lalu dia bilang “ah, nyatanya
masku kemarin tinggal masuk aja, dan ga ninggal KTP”..
Lalu kami lanjutkan perjalanan, sampai hampir di depan pos security. Bapak itu keluar dengan raut muka gimanaaa gitu,
dan kemudian bertanya “dex, dari Blok apa?” dengan bingung temanku mencari jawaban yang entah dia mau jujur atau tidak, aku segera menjawabnya dengan santai “dari Blok B Pak…mo ke
Ruli”. Sebelum Bapak itu bertanya lebih banyak lagi, dan bahkan baru bilang “lho kok….” Dan aku menyela untuk mengatakan dengan jujur bahwa kami jalan kaki dari Blok B lurus hingga sampai di sini dengan tujuan
utama Ruli.
Mungkin Bapak itu sebelumnya bertanya2, loh, bukannya di sana ga ada penghuninya yak?? Kami
berdua tertawa terbahak2, karna setelah itu kami barandai2 kalo tadi aku bilang sama Bapak itu macam ni, “pak…kita dari Blok F…
bapak mo ikut ya??? Hiiii hi hi hi….(…)”
aduduuuuuh…..!! tak
terbayangkan.
Hhh… lutchuak juga… bakal jadi memory kecil ni. Hehe…..

java><indo

Desember 11, 2011 pada 10:22 pm | Ditulis dalam koplax | Tinggalkan Komentar

pada suatu liburan panjang, beberapa anak dan cucu dari nenek yang tinggal di sebuah kota, pulang ke desa tempat nenek tersebut tinggal.
suatu saat ketika mereka makan malam bersama, terjadilah percakapan.

nenek : kuwi jangan mau dipangan!!
cucu : (mengerutkan kening sambil mengambil tempe), hmm ya mbah
nenek : iku lho, ojo ming karo tempe thok.. jangan mau isih enak.
cucu : ah mbah ini, katanya jangan mau, kok dipaksa-paksa sih???!!
!@#$%^&*|+/?~`

“Beton”

Desember 9, 2011 pada 9:56 pm | Ditulis dalam apa ya... >_< | 2 Komentar

biji nangka atau yang sering disebut dengan nama “beton” untuk daerah Jogja ini mempunyai sumber karbohidrat , protein, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral yang baik. maka dari itu biji ini bisa dikonsumsi. salah satu caranya sangat sederhana yaitu hanya dikukus hingga empuk dan dimakan begitu saja. enak sih…cuma sayangnya akan menghasilkan gas berracun alias “kennnnTut” dalam jarak yang berdekatan. jadi kalau yang lagi pengen sering kentut silahkan makan beton adja, hehe…..

Polisi Desa Sementara

Desember 5, 2011 pada 12:21 am | Ditulis dalam pengamatan | 2 Komentar

“Gendu”. ya… salah satu nama desa kecil di Kabupaten Kulon Progo yang keadaannya masih bisa disebut pedalaman dan memang di bukit menorah, tetapi juga bisa dikatakan hampir setengah kota karena merupakan wilayah yang lumayan banyak penduduk dengan jarak rumah yang tidak berjauhan, serta jalan yang sudah beraspal lumayan lebar (bisa lah…disebut jalan raya, hehe).
Nha.. yang ingin saya bicarakan di sini adalah tentang peraturan pengendara bermotor.
Yang namanya desa, apa lagi di bukit menoreh seperti ini jarang sekali (bahkan tidak ada kalau menurut saya) ada yang namanya pemeriksaan kelengkapan kendaraan oleh polisi seperti di daerah kota sana. Tapi ini beda, beberapa waktu yang lalu ada seorang pengendara motor yang mungkin hanya sekedar pergi sebentar dari rumahnya dan kembali lagi atau entah mau pergi kemana. ia ditilang oleh polisi karena tidak mengenakan helm.
Begitu beruntungnya polisi itu bisa menilang banyak pengendara dalam satu hari jika caranya adalah dengan meminta uang pada pengendara yang melanggar.
Itu sih cuma cerita tetangga saja…sampai sekarang saya tak melihat ada polisi yang berdiri untuk berjaga. Mungkin hanya satu hari itu saja, atau memang permulaan yang akan dilaksanakan untuk kedepannya.
Untuk saat ini, banyak pengendara yang tertib memakai helm meskipun sudah lumayan lama tak terlihat lagi ada polisi.

Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.